April 3, 2025

Bcnunukan – Sinergi DJP dan Bea Cukai Hasilkan Tambahan Penerimaan Pajak

Pemahaman masyarakat terkait pajak dan cukai merupakan suatu pungutan yang dibebankan negara kepada rakyatnya

2025-02-28 | admin8

Berapa Biaya Bea Cukai untuk Membeli iPhone 16 dari Luar Negeri?

Perangkat iPhone 16 series mungkin belum tersedia di Indonesia dalam waktu dekat, karena Apple belum memasukkan Indonesia dalam daftar peluncuran prioritas. Sebagai gantinya, Apple Store di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Australia telah memulai penjualan resmi pada 20 September 2024.

Bagi pembeli di Indonesia yang tertarik untuk membeli iPhone 16 dari luar negeri, mereka harus memahami bahwa perangkat tersebut akan dikenakan pajak dan bea masuk saat sampai di Tanah Air. Barang impor seperti iPhone 16 akan diperlakukan sesuai dengan slot bet 200 ketentuan yang berlaku di Indonesia oleh pihak Bea Cukai, dan pembeli akan diminta untuk membayar tarif pajak dan bea masuk yang sudah ditentukan.

Pembayaran Bea Masuk dan Pajak

Saat membeli perangkat seperti iPhone 16 dari luar negeri, harga barang yang dibayar oleh pembeli tidak hanya terdiri dari harga produk itu sendiri, tetapi juga mencakup pajak dan bea masuk yang dikenakan saat perangkat tersebut tiba di Indonesia. Berikut adalah rincian cara perhitungan bea masuk dan pajak impor untuk iPhone 16:

1. Pembebasan Pajak

Nilai pembebasan pajak yang berlaku adalah sebesar USD 500. Ini berarti bahwa pembeli dapat mengurangi harga barang yang dibeli dengan jumlah pembebasan pajak tersebut untuk menghitung nilai pabean.

2. Bea Masuk

Bea masuk yang dikenakan adalah 10% dari nilai pabean, yang dihitung berdasarkan harga barang dikurangi pembebasan pajak.

3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN akan dikenakan sebesar 11% dari total nilai impor (nilai pabean ditambah bea masuk).

4. Pajak Penghasilan (PPh)

Tarif PPh bervariasi tergantung pada apakah pembeli memiliki NPWP atau tidak. Pembeli yang memiliki NPWP akan dikenakan tarif PPh sebesar 10% dari nilai impor, sementara yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif PPh sebesar 20%.

5. Total Bea Masuk dan Pajak yang Harus Dibayar

Setelah menghitung bea masuk, PPN, dan PPh, semua tarif ini akan dijumlahkan untuk menentukan total biaya yang harus dibayar oleh pembeli sebelum iPhone 16 dapat diserahkan kepada mereka.

Cara Menghitung Bea Cukai untuk iPhone 16 dari Luar Negeri

Untuk memahami bagaimana pajak dan bea masuk dihitung, mari kita lihat contoh perhitungan untuk model iPhone 16 standar dengan kapasitas 256 GB yang dibeli di Malaysia, seharga Rp16,19 juta (RM4.499). Berikut adalah langkah-langkah perhitungan bea masuk:

1. Pembebasan Pajak

  • Harga barang iPhone 16 256GB: Rp16.190.000
  • Nilai pembebasan pajak: Rp7.500.000 (USD 500 dengan kurs Rp15.000 per dolar)
  • Nilai yang dikenakan bea masuk (nilai pabean): Rp8.690.000

Baca Juga : https://bcnunukan.info/curhat-dirjen-bea-cukai-soal-tantangan-penerimaan-pengawasan-hingga-penipuan/

2. Penambahan Bea Masuk

  • Bea masuk: 10% x Rp8.690.000 = Rp869.000
  • Nilai impor: Rp8.690.000 + Rp869.000 = Rp9.559.000

3. Penambahan PPN dan PPh

  • PPN: 11% x Rp9.559.000 = Rp1.051.490
  • PPh:
    • Jika pembeli memiliki NPWP: 10% x Rp9.559.000 = Rp955.900
    • Jika pembeli tidak memiliki NPWP: 20% x Rp9.559.000 = Rp1.911.800

4. Total Biaya yang Harus Dibayar

  • Jika memiliki NPWP: Bea masuk + PPN + PPh = Rp869.000 + Rp1.051.490 + Rp955.900 = Rp2.876.390
  • Jika tidak memiliki NPWP: Bea masuk + PPN + PPh = Rp869.000 + Rp1.051.490 + Rp1.911.800 = Rp3.832.290

Harga iPhone 16 Series di Singapura, Malaysia, dan Australia

Pembeli dari Indonesia juga dapat membeli iPhone 16 series di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Australia, yang sudah membuka sesi pre-order pada 13 September 2024. Perangkat akan mulai tersedia pada 20 September 2024. Harga perangkat di setiap negara berbeda, dan pembeli perlu menghitung biaya bea masuk dan pajak tambahan berdasarkan harga yang ditawarkan di Apple Store masing-masing.

Dengan menghitung tarif bea masuk dan pajak impor secara teliti, pembeli dapat memperkirakan total biaya yang perlu dikeluarkan saat membeli iPhone 16 dari luar negeri dan memastikan bahwa perangkat tersebut bisa sampai di Indonesia tanpa kendala.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Bea Cukai Indonesia
2025-02-23 | admin9

Curhat Dirjen Bea Cukai Soal Tantangan Penerimaan, Pengawasan, Hingga Penipuan

Melakukan pelayanan, pengawasan, penegakan tata tertib, sekalian mengumpulkan penerimaan negara bukanlah perkara mudah. Terutamanya saat pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi mendera. Askolani, Direktur Jenderal Bea dan Cukai punya cerita soal bagaimana instansinya menghadapi semua tantangan itu. Mulai dari bekerja normal di saat yang lain “dirumahkan”, melakukan pengawasan intensif dan penindakan sirkulasi barang ilegal yang justru meningkat saat pandemi, sampai dijadikan pusing oleh aksi penipuan yang mengatasnamakan lembaganya.

Baca Juga : Cukai: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia

Berikut nukilan perbincangan MUC TaxGuide dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani di ruang kerjanya, Kamis, 27 Oktober 2022.

Dalam dua tahun terakhir penerimaan bea dan cukai meningkat di saat kondisi ekonomi makro sedang tidak baik-baik saja. Murni sebab blessing harga komoditas atau ada elemen lain?

Kombinasi, ya. Pertama, dari sisi ekonomi atau kenaikan harga komoditas global seperti minyak, batu bara, dan CPO yang meningkatkan pendapatan atau keuntungan perusahaan dan berefek pada meningkatnya setoran pajak, PNBP, dan bea-cukai.

Elemen kedua, pelayanan dan pengawasan konsisten jalan normal selama pandemi, dan juga penguatan atau reformasi di internal DJBC, yang kami kombinasikan dengan pelayanan online untuk mempercepat. Kami juga konsisten melakukan penangkapan barang ilegal di lapangan dan itu menimbulkan deterrent effect sehingga orang menghindari kesibukan ilegal dan memilih bertransaksi secara resmi.

Efeknya bukan hanya penerimaan, namun ekspor-impor juga naik dapat sampai double digit, 15%-16% di tahun 2021. Seandainya itu yakni salah satu penyangga ekonomi kembali tumbuh positif 3% dari yang sebelumnya negatif, juga mengapa penerimaan perpajakan naik signifikan dan Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten survive.

Seandainya sektor ekonomi berbasis komoditas donasinya naik terhadap penerimaan, bagaimana dengan sektor lain yang non-komoditas? Apakah ada yang mengalami penurunan selama pandemi?

Ada. Dari sisi bea masuk, kan, tidak semua impor dikenakan bea masuk sebab ada FTA yang tarifnya nol. Bicara sektoral, bea masuk dari sektor konstruksi bahkan negatif pertumbuhannya. Selama Januari-September 2022, pertumbuhannya https://www.braxtonatlakenorman.com/ minus 24%. Transportasi juga turun, namun perdagangan besar naik; pertanian, perhutanan, dan perikanan juga naik. Dalam perekonomian kita, tidak semua sektor tumbuh pesat. Konstruksi, seumpama, yakni salah satu yang masih tertinggal pemulihannya.

Selain pelayanan yang berjalan normal, peran apa lagi dari DJBC untuk membantu pemulihan ekonomi?

Dari tahun 2020 saat permulaan pandemi, DJBC senantiasa berperan penting. Salah satunya yakni dengan mengembangkan pemenuhan alat-alat kesehatan untuk penanganan pandemi. Kami dengan Kemenlu mengupayakan supaya tidak semua APD yang dijadikan dari wilayah ekonomi diekspor, termasuk [APD yang diproduksi oleh] perusahaan Korea. Kami juga memberikan fasilitas kepabeanan untuk alat-alat kesehatan sampai dengan vaksin, yakni dibebaskan bea masuk. Sampai kini, [fasilitas hal yang demikian] masih [diberi], namun khusus alat kesehatan yang masih dibutuhkan. Lalu, kami juga mempercepat pelayanan importasi alat-alat kesehatan dengan mekanisme yang jauh lebih pesat dibandingi yang lain. Kami juga menggunakan sistem rush handling secara online sehingga pengerjaan importasi dapat hanya dalam hitungan jam, dari lazimnya lebih dari itu.

Apakah sudah diperhitungkan potential loss sebab pemberian insentif selama pandemi?

Sebelum kami memberikan insentif, semua sudah kami hitung, termasuk tarif [yang akan dikeluarkan] atau bea masuk yang tidak akan kami terima. Seandainya hal yang demikian sudah menjadi satu kebijakan defisit APBN sebesar 5%-6% dari PDB. Kami mencari pemasukan dari zona lain [yang tidak terdampak]. Seandainya tidak salah, khusus insentif alat kesehatan, insentifnya dapat sampai Rp5 triliun, gabungan bea masuk dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor). Insentif yang paling tinggi diberi tahun 2020. Sementara di tahun 2021 sudah di bawah Rp1 triliun. bukan hanya situasi sulit fasilitas, pelayanan juga kami support penuh.

Share: Facebook Twitter Linkedin