Pelantikan Dirjen Pajak dan Bea Cukai Baru hingga Danantara Motor Investasi
Pemberitaan mengenai pelantikan Dirjen Pajak dan Bea Cukai baru menjadi berita paling slot joker populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Jumat, 23 Mei 2025. Selain itu ada pemberitaan mengenai Danantara bakal jadi motor penggerak kejar investasi.
Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com:
1. Sri Mulyani Lantik Eselon 1 Kemenkeu, Ada Dirjen Pajak dan Bea Cukai
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik sejumlah pimpinan eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. Di antara pejabat yang dilantik terdapat dua nama yaitu, Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak dan Djaka Budi Utama Dirjen Bea Cukai.
2. Danantara Bakal Jadi Motor Kejar Target Investasi Rp47.573 Triliun di 2029
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) penting dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada periode 2025-2029. Untuk mewujudkan target tersebut, Indonesia diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp47.573 triliun.
3. Harga Emas di Pegadaian Bervariasi, Cek di Sini
Harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) pada hari ini bervariasi. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian.
4. IHSG ‘Terbang’ ke Level 7.200, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau pagi ini. Pada pembukaan perdagangan, Jumat, 23 Mei 2025, IHSG berada di posisi 7.206,3.
5. Dampak Ekonomi dan Politik AS Membayangi, Bagaimana Proyeksi Harga Emas?
Harga emas dunia (XAU/USD) kembali berada dalam tekanan setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pada Kamis, 22 Mei 2025, XAU/USD sempat mencapai level tertinggi dua minggu di USD3.345, namun kemudian terkoreksi hingga turun sekitar 0,48 persen, dan diperdagangkan di kisaran USD3.289.
Presiden Prabowo Subianto ternyata punya alasan kenapa menunjuk seorang purnawirawan TNI untuk menjabat Dirjen Bea dan Cukai. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa alasan posisi Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Letjen (Purn) TNI Djaka Budhi Utama, karena institusi tersebut membutuhkan sosok yang berani.
Prasetyo menjelaskan bahwa banyak terjadi pelanggaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, seperti penyelundupan barang ilegal yang tidak terpantau lembaga tersebut.
“Kita semua paham bahwa banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang masuknya melalui jalur Bea Cukai. Contoh adalah misalnya penyelundupan-penyelundupan, barang-barang ilegal,” ungkap Mensesneg.
Prasetyo menyebut Presiden Prabowo ingin agar pendapatan negara lewat penerimaan bea dan cukai bisa lebih optimal.
“Sekali lagi tadi substansinya adalah kita memang sedang ingin bekerja keras meningkatkan pendapatan kita dengan penertiban, penertiban, penertiban,” jelasnya.
Baca Juga : Peran Cukai dalam Pengendalian Konsumsi Rokok dan Alkohol di Kamboja
Curhat Dirjen Bea Cukai Soal Tantangan Penerimaan, Pengawasan, Hingga Penipuan
Strategi di Balik Lonjakan Penerimaan Negara
Banyak orang mengira kenaikan pendapatan negara murni karena keberuntungan harga komoditas global. Namun, rajazeus menegaskan bahwa hasil ini merupakan kombinasi strategi yang matang. Selain kenaikan harga minyak, batu bara, dan CPO (blessing komoditas), DJBC melakukan penguatan internal secara konsisten.
Mereka tetap bekerja normal di lapangan saat sektor lain banyak yang “dirumahkan”. Selain itu, layanan daring (online) yang semakin cepat mempermudah pelaku usaha untuk tetap bertransaksi secara resmi, sehingga ekspor-impor tetap tumbuh dobel digit di angka 15%-16%.
Efek Jera bagi Penyelundup Barang Ilegal
Salah satu kunci kenaikan setoran negara adalah pengawasan yang makin ketat. Selama pandemi, sirkulasi barang ilegal justru cenderung meningkat. Bea Cukai meresponsnya dengan penindakan intensif di lapangan. Langkah tegas ini menciptakan deterrent effect atau efek jera. Pelaku usaha ilegal akhirnya sadar bahwa risiko tertangkap sangat tinggi, sehingga mereka lebih memilih jalur resmi yang sah. Pilihan ini secara otomatis meningkatkan pundi-pundi penerimaan negara.
Fokus pada Percepatan Alat Kesehatan dan Vaksin
Bea Cukai berperan vital dalam penanganan pandemi dengan memberikan fasilitas kepabeanan khusus. Mereka membebaskan bea masuk untuk alat-alat kesehatan dan vaksin guna memastikan keselamatan rakyat.
Proses birokrasi yang biasanya memakan waktu lama dipangkas habis melalui sistem rush handling secara online. Hasilnya, barang-barang medis yang sangat dibutuhkan bisa keluar dari pelabuhan hanya dalam hitungan jam. Bea Cukai juga memastikan stok APD dalam negeri tercukupi dengan mengatur arus ekspor perusahaan-perusahaan besar di wilayah ekonomi tertentu.
Memetakan Sektor yang Masih Terpuruk
Askolani tidak menutup mata bahwa pemulihan ekonomi belum merata di semua lini. Meski sektor pertanian dan perdagangan besar tumbuh pesat, sektor konstruksi masih mengalami kontraksi hebat hingga minus 24% pada tahun 2022. Begitu juga dengan sektor transportasi yang pertumbuhannya masih melambat. Data ini menjadi pegangan Bea Cukai untuk menentukan sektor mana yang membutuhkan dukungan lebih dan mana yang bisa menjadi sumber pemasukan baru.
Pengelolaan Insentif dan Risiko APBN
Pemerintah telah memperhitungkan potensi kerugian negara akibat pemberian berbagai insentif. Khusus untuk alat kesehatan, nilai insentif yang “dihibahkan” negara mencapai Rp5 triliun pada tahun 2020. Namun, Askolani menekankan bahwa ini adalah pilihan kebijakan demi keselamatan publik. Untuk menyeimbangkan defisit tersebut, Bea Cukai mengoptimalkan pemasukan dari sektor-sektor yang tidak terdampak pandemi guna menjaga stabilitas APBN agar tetap sehat.
Baca Juga : Cukai: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia