
Curhat Dirjen Bea Cukai Soal Tantangan Penerimaan, Pengawasan, Hingga Penipuan
Melakukan pelayanan, pengawasan, penegakan tata tertib, sekalian mengumpulkan penerimaan negara bukanlah perkara mudah. Terutamanya saat pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi mendera. Askolani, Direktur Jenderal Bea dan Cukai punya cerita soal bagaimana instansinya menghadapi semua tantangan itu. Mulai dari bekerja normal di saat yang lain “dirumahkan”, melakukan pengawasan intensif dan penindakan sirkulasi barang ilegal yang justru meningkat saat pandemi, sampai dijadikan pusing oleh aksi penipuan yang mengatasnamakan lembaganya.
Baca Juga : Cukai: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia
Berikut nukilan perbincangan MUC TaxGuide dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani di ruang kerjanya, Kamis, 27 Oktober 2022.
Dalam dua tahun terakhir penerimaan bea dan cukai meningkat di saat kondisi ekonomi makro sedang tidak baik-baik saja. Murni sebab blessing harga komoditas atau ada elemen lain?
Kombinasi, ya. Pertama, dari sisi ekonomi atau kenaikan harga komoditas global seperti minyak, batu bara, dan CPO yang meningkatkan pendapatan atau keuntungan perusahaan dan berefek pada meningkatnya setoran pajak, PNBP, dan bea-cukai.
Elemen kedua, pelayanan dan pengawasan konsisten jalan normal selama pandemi, dan juga penguatan atau reformasi di internal DJBC, yang kami kombinasikan dengan pelayanan online untuk mempercepat. Kami juga konsisten melakukan penangkapan barang ilegal di lapangan dan itu menimbulkan deterrent effect sehingga orang menghindari kesibukan ilegal dan memilih bertransaksi secara resmi.
Efeknya bukan hanya penerimaan, namun ekspor-impor juga naik dapat sampai double digit, 15%-16% di tahun 2021. Seandainya itu yakni salah satu penyangga ekonomi kembali tumbuh positif 3% dari yang sebelumnya negatif, juga mengapa penerimaan perpajakan naik signifikan dan Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten survive.
Seandainya sektor ekonomi berbasis komoditas donasinya naik terhadap penerimaan, bagaimana dengan sektor lain yang non-komoditas? Apakah ada yang mengalami penurunan selama pandemi?
Ada. Dari sisi bea masuk, kan, tidak semua impor dikenakan bea masuk sebab ada FTA yang tarifnya nol. Bicara sektoral, bea masuk dari sektor konstruksi bahkan negatif pertumbuhannya. Selama Januari-September 2022, pertumbuhannya https://www.braxtonatlakenorman.com/ minus 24%. Transportasi juga turun, namun perdagangan besar naik; pertanian, perhutanan, dan perikanan juga naik. Dalam perekonomian kita, tidak semua sektor tumbuh pesat. Konstruksi, seumpama, yakni salah satu yang masih tertinggal pemulihannya.
Selain pelayanan yang berjalan normal, peran apa lagi dari DJBC untuk membantu pemulihan ekonomi?
Dari tahun 2020 saat permulaan pandemi, DJBC senantiasa berperan penting. Salah satunya yakni dengan mengembangkan pemenuhan alat-alat kesehatan untuk penanganan pandemi. Kami dengan Kemenlu mengupayakan supaya tidak semua APD yang dijadikan dari wilayah ekonomi diekspor, termasuk [APD yang diproduksi oleh] perusahaan Korea. Kami juga memberikan fasilitas kepabeanan untuk alat-alat kesehatan sampai dengan vaksin, yakni dibebaskan bea masuk. Sampai kini, [fasilitas hal yang demikian] masih [diberi], namun khusus alat kesehatan yang masih dibutuhkan. Lalu, kami juga mempercepat pelayanan importasi alat-alat kesehatan dengan mekanisme yang jauh lebih pesat dibandingi yang lain. Kami juga menggunakan sistem rush handling secara online sehingga pengerjaan importasi dapat hanya dalam hitungan jam, dari lazimnya lebih dari itu.
Apakah sudah diperhitungkan potential loss sebab pemberian insentif selama pandemi?
Sebelum kami memberikan insentif, semua sudah kami hitung, termasuk tarif [yang akan dikeluarkan] atau bea masuk yang tidak akan kami terima. Seandainya hal yang demikian sudah menjadi satu kebijakan defisit APBN sebesar 5%-6% dari PDB. Kami mencari pemasukan dari zona lain [yang tidak terdampak]. Seandainya tidak salah, khusus insentif alat kesehatan, insentifnya dapat sampai Rp5 triliun, gabungan bea masuk dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor). Insentif yang paling tinggi diberi tahun 2020. Sementara di tahun 2021 sudah di bawah Rp1 triliun. bukan hanya situasi sulit fasilitas, pelayanan juga kami support penuh.

Cukai: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia
Cukai adalah pungutan pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap barang-barang tertentu yang dianggap dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, lingkungan, atau masyarakat. Pungutan ini dimaksudkan untuk membatasi konsumsi barang-barang tersebut, sekaligus meningkatkan pendapatan negara. Barang yang dikenakan cukai umumnya meliputi barang-barang seperti rokok, minuman keras, dan produk lainnya yang memiliki potensi bahaya.
Jenis-jenis Cukai
Di Indonesia, cukai dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jenis barang yang dikenakan. Jenis-jenis cukai yang umum dikenakan antara lain:
- Cukai Rokok
Rokok merupakan barang yang paling sering dikenakan cukai di Indonesia. Pemerintah memberlakukan cukai rokok untuk mengurangi angka perokok, terutama di kalangan remaja, serta untuk menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh konsumsi rokok. - Cukai Minuman Keras (Miras)
Cukai juga dikenakan pada minuman keras untuk membatasi konsumsi alkohol yang berisiko terhadap kesehatan dan dapat menimbulkan kerugian sosial. - Cukai Produk Tembakau Lainnya
Selain rokok, produk tembakau lainnya seperti cerutu dan tembakau iris juga dikenakan cukai, meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda. - Cukai Etil Alkohol
Beberapa produk industri yang menggunakan etil alkohol dalam produksinya juga dikenakan cukai, seperti parfum atau produk lainnya yang mengandung alkohol.
Tujuan Pengenaan Cukai
Pengenaan cukai memiliki berbagai tujuan yang dapat mempengaruhi masyarakat dan perekonomian, antara lain:
- Meningkatkan Pendapatan Negara
Salah satu tujuan utama dari penerimaan cukai adalah untuk meningkatkan kas negara. Pendapatan dari cukai dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan layanan publik. - Mengurangi Konsumsi Barang Berisiko
Cukai pada barang-barang berbahaya seperti rokok dan alkohol bertujuan untuk mengurangi konsumsi yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. - Mendorong Pengelolaan Lingkungan yang Lebih Baik
Beberapa jenis barang yang dikenakan cukai, seperti produk yang menghasilkan emisi karbon, bertujuan untuk mendorong pelaku industri agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. - Menjaga Kesehatan Masyarakat
Pengenaan cukai pada barang-barang yang bisa merusak kesehatan bertujuan untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, dari dampak negatif konsumsi barang-barang tersebut.
Dampak Cukai bagi Perekonomian
Pengenaan cukai memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian, baik positif maupun negatif.
- Dampak Positif
- Peningkatan Pendapatan Negara: Cukai yang dikenakan pada barang-barang tertentu dapat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan ekonomi.
- Pengendalian Penggunaan Barang Berbahaya: Cukai membantu mengurangi konsumsi barang-barang yang dapat merugikan kesehatan, yang pada gilirannya dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan yang ditanggung oleh negara.
- Dampak Negatif
- Dampak pada Industri: Beberapa industri, seperti industri rokok dan minuman keras, mungkin mengalami penurunan produksi karena tingginya tarif cukai. Hal ini dapat berpotensi mengurangi tenaga kerja di sektor-sektor tersebut.
- Potensi Penyimpangan atau Peredaran Barang Ilegal: Pengenaan cukai yang tinggi dapat memunculkan pasar gelap atau penyelundupan barang, di mana produk-produk tersebut dijual tanpa membayar cukai.
Cukai merupakan instrumen penting dalam kebijakan fiskal suatu negara, yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Meskipun memiliki dampak positif, cukai juga perlu diawasi agar tidak menimbulkan efek samping seperti perdagangan ilegal atau menurunnya daya beli masyarakat.
Kalian juga dapat menemukan situs judi terbaik di indonesia seperti rajazeus online yang beroperasi sejak tahun 2015. Dengan kebijakan cukai yang tepat dan pengawasan yang efektif, manfaatnya bisa lebih maksimal, baik untuk negara maupun masyarakat.